SATU DALAM KASIH (MEMBERI DALAM PELAYANAN ITU LEBIH INDAH DI MATA TUHAN)
SATU DALAM KASIH
Belajar Yunani di bawah ini
silakan klik di sini
Belajar Yunani di bawah ini
silakan klik di sini
![]() |
| SILAKAN KLIK DISINI --->PEMBAHASAN KITAB ROMA DALAM BENTUK PDF BOOK DAN PENERANGAN KITAB ROMA DAN PARSING YUNANI DAN BAHASA ASLINYA |

Kita satu dalam kasih…
Diikat oleh kasih-Nya…
Roh kita dipersatukan dengan Roh-Nya …
Kita satu dalam kasih!
Marilah kita bersatu…
Mari rasakan kasih-Nya…
Mari bergandengan hingga orang tahu…
Kita satu dalam kasih!
SILAKAN LIHAT LEBIH LANJUT DI SINI
Hampir semua kita tentunya pernah mendengar syair lagu itu, syair yang mengungkapkan bagaimana besar kuasa kasih itu. Melalui kasih manusia dimampukan menjalin kerjasama dan bergandengan dengan semua orang untuk kemudian mewujudkan kasih itu sendiri. Alangkah indahnya kalau dalam hidup ini yang ada hanyalah kasih. Kasih yang tumbuh bukan hanya di antara dua orang yang saling jatuh cinta, atau diantara saudara satu darah, atau di antara satu komunitas yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama, namun kasih hendaknya jauh lebih agung dari itu, yaitu kasih yang tulus-suci dan mampu menembus semua batas.
Adakah orang di dunia ini yang mampu memberikan kasih tak bersyarat seperti itu - mengingat hidup manusia begitu sarat dengan kepentingan? Jawabnya tentu saja ada, dan hanya satu yang mampu berlaku demikian, dialah Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Kristus yang bersedia meninggalkan keTuhannan-Nya dan hidup selayaknya manusia biasa, ternyata mampu dengan sempurna memberikan kasih-Nya yaitu dengan menyerahkan nyawa-Nya bagi penebusan dosa manusia (Yoh. 15:9-17). Lalu, akankah kita mampu meneladani kasih-Nya?
Dalam kelemahannya, manusia akan cenderung menyangkal dirinya dengan mengatakan bahwa “manusia berbeda dengan Tuhan.” Dan kalau Yesus mampu memberikan kasihnya yang suci tanpa syarat, itu semua dikarenakan Dia adalah Tuhan, sedangkan manusia tetaplah manusia yang sarat dengan dosa dan pelanggaran. Pembenaran diri yang demikian ini seringkali membuat manusia berpuas diri, sehingga kasih yang diupayakannya pun menjadi dangkal, tidak tulus, penuh syarat dan seringkali juga tidak lepas dari kepentingan. Akan demikian adanyakah kasih yang kita miliki? Sebatas itukah kasih kita sebagai umat Kristiani yang mengaku sebagai murid-murid Kristus? Puji Tuhan, ternyata tidaklah demikian adanya.
Umat Kristen di Indonesia ini bukanlah manusia yang keras kepala dan hidup bagi dirinya sendiri atau kelompoknya saja, tapi adalah benar-benar murid Kristus yang mampu meneladani kasih-Nya secara nyata. Hal itu dapat dibuktikan melalui peran dan perilaku umat kristiani di Indonesia yang selalu cepat tanggap dalam mengulurkan tangan kasihnya terhadap sesama yang tengah mengalami penderitaan. Namun sayangnya seringkali uluran kasih ini tidak sampai kepada pihak yang membutuhkan hanya karena masih banyak umat Kristen yang belum tahu bagaimana mereka harus menyampaikan bentuk penyataan kasih mereka tersebut.
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), sebagai lembaga yang mengemban tugas menyampaikan firman Tuhan kepada sebanyak mungkin orang melalui penerjemahan, penerbitan dan penyebaran Alkitab dan bagian-bagiannya dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah, berupaya untuk bisa menjadi wadah yang benar bagi penyataan kasih umat Kristen di Indonesia. Melalui Departemen Gema dan Masyarakat (GEMA), LAI membuat sebuah program yang disebut “Program Satu Dalam Kasih” (SDK). Program ini dimaksudkan untuk membantu umat kristiani yang tidak mampu membeli Alkitab. Jumlah umat kristiani yang tidak mampu membeli Alkitab ternyata cukup besar, terutama mereka yang tinggal di pelosok-pelosok daerah. Bertolak pada hal tersebut diatas, LAI, dalam hal ini Departemen GEMA, bersama-sama dengan gereja-gereja di daerah perkotaan mengupayakan agar Alkitab juga dapat dimiliki oleh mereka.
Satu Dalam Kasih dimulai pada tahun 1990 dan selanjutnya berjalan setiap tahun sekali. Setiap tahun ditetapkan target jumlah Alkitab yang akan diupayakan bersama-sama gereja di perkotaan. Dari sekian banyak bantuan Alkitab yang dikirimkan kepada mereka yang sangat mengharapkan memiliki Alkitab sendiri, LAI mengundang partisipasi utusan gereja atau tenaga sukarela yang mau ikut serta dengan biaya sendiri, untuk mengunjungi dan membagikannya kepada yang membutuhkannya. Tahun 1994, LAI – dengan bantuan penuh gereja-gereja dan pribadi-pribadi yang terbeban – telah mendukung 12.500 buah Alkitab untuk 12.500 jiwa di daerah pelosok dan terpencil.
Sejak tahun 1990 sampai dengan akhir tahun 2001, dukungan Alkitab yang sudah disampaikan melalui program Satu Dalam Kasih kepada umat kristiani yang membutuhkan sudah berjumlah lebih dari 200.000 Alkitab. Tahun 2002 ini program SDK akan mengupayakan 20.000 Alkitab untuk memenuhi kebutuhan umat Kristiani di kepulauan Nias, Sumatera Utara; kepulauan Sangir dan Talaud, Sulawesi Utara; Saluan, Sulawesi Tengah; dan Nabire-Paniai, Papua Barat. Program SDK ini juga seringkali diperuntukkan bagi mereka yang tengah mengalami penderitaan akibat bencana alam atau pun kerusuhan. Dan dalam pelaksanaannya SDK ini tidak hanya memberikan membagikan Alkitab saja namun juga memberikan bantuan dalam bentuk lain seperti makanan dan obat-obatan. Dan untuk penyataan kasih bagi para korban bencana alam atau pun korban kerusuhan biasanya dilakukan secara spontan, seperti bentuk penyataan kasih yang telah dinyatakan oleh tim SDK ke Poso, Sulawesi Tengah dan Tobelo, Halmahera, Maluku Utara.
Program yang bertujuan menyatukan umat Kristen dalam satu kasih telah dimulai dan akan terus berlangsung sampai semua orang menjadi tahu akan kasih Kristus yang tak bersyarat dan abadi tersebut. Pada akhirnya semua yang mendengar firman Tuhan akan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat serta memuliakan nama-Nya hingga ke ujung bumi dan sampai pada akhir zaman.[dop]
SUMBER http://www.alkitab
SUMBER http://www.alkitab



Komentar
Posting Komentar